Gadgetkan – Bocoran Infinix Note 60 Ultra mendadak ramai di media sosial, dan alasannya cukup jelas: desainnya terlihat seperti hasil “perkawinan” dua ponsel yang paling sering dibicarakan, iPhone 17 Pro dan Xiaomi 17. Dari poster yang beredar, modul kamera belakangnya memakai panel persegi panjang memanjang horizontal dengan sudut membulat, mirip gaya Pro di seri iPhone terbaru. Namun, Infinix menambahkan detail yang membuatnya terasa lebih berani, yaitu layar LED kecil di sisi kanan modul kamera. Kombinasi ini langsung memicu perdebatan, karena sebagian orang menyebutnya inovatif, sementara yang lain menilainya terlalu terinspirasi. Meski begitu, satu hal sulit dibantah: Infinix tahu cara mencuri perhatian. Apalagi, bocoran spesifikasi yang ikut muncul membuat Note 60 Ultra terasa seperti ponsel flagship “rasa terjangkau” yang siap mengguncang pasar.
Modul Kamera Horizontal Jadi Sorotan Pertama
Begitu gambar bocoran muncul, mata publik langsung tertuju pada modul kamera yang memanjang ke samping. Desain seperti ini memang sedang naik daun, karena memberi kesan futuristik dan rapi saat ponsel diletakkan di meja. Selain itu, panel kamera yang menyatu dengan bodi belakang membuat Note 60 Ultra terlihat lebih “mahal” dibanding generasi sebelumnya. Infinix tampaknya ingin membangun identitas baru, bukan lagi sekadar ponsel mid-range biasa. Namun, yang menarik, penempatan kamera tetap berada di sisi kiri, seolah mengikuti pakem desain flagship global. Karena itu, banyak pengamat menilai Infinix sengaja bermain di area psikologi visual: memberi rasa familiar agar konsumen cepat tertarik. Pada akhirnya, strategi desain seperti ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal positioning, karena tampilan adalah pintu pertama sebelum orang membicarakan performa.
“Baca Juga : Tecno Pova Curve 2 Meluncur, Andalkan Baterai 8.000 mAh dengan Harga Rp 5 Jutaan“
Layar LED ala Glyph Jadi Pembeda yang Bikin Penasaran
Di sisi kanan modul kamera, bocoran menunjukkan layar LED kecil yang menampilkan antarmuka jam bergaya “Glyph.” Tipografinya terlihat seperti font komputer yang sering muncul di perangkat retro atau desain futuristik minimalis. Nah, di sinilah Infinix mulai terlihat berbeda, karena elemen ini mengingatkan publik pada tren layar sekunder mini seperti yang dirumorkan hadir di Xiaomi 17 Pro. Namun, Infinix membawa pendekatan yang terasa lebih playful, seolah ingin membuat ponsel ini punya “wajah” sendiri. Selain itu, layar LED ini berpotensi punya fungsi lebih luas, seperti notifikasi, status baterai, hingga efek visual saat ada panggilan masuk. Meski belum ada konfirmasi resmi, detail kecil seperti ini sering menjadi pemicu hype. Dan jujur saja, banyak pengguna memang suka fitur yang terlihat unik, meski kadang tidak dipakai setiap hari.
Tiga Tombol Samping dan Tombol Bawah yang Mirip Shutter iPhone
Bagian samping Note 60 Ultra juga ikut jadi bahan pembicaraan. Bocoran menyebut ada tiga tombol berbeda di sisi kanan bodi. Dua tombol atas diperkirakan untuk volume dan daya, sedangkan tombol bawah tampil lebih pipih seperti tombol shutter kamera. Detail ini langsung membuat orang mengaitkannya dengan iPhone 17 Pro, terutama karena Apple memang dikenal membawa tombol kamera khusus di generasi terbarunya. Namun, Infinix tampaknya tidak hanya meniru, melainkan mencoba menghadirkan pengalaman yang lebih praktis untuk pengguna yang sering memotret. Selain itu, tombol semacam ini bisa dipakai untuk fungsi tambahan, misalnya quick launch kamera, zoom, atau bahkan akses fitur AI. Karena itu, desain tombol bukan sekadar gaya, tetapi bisa menjadi selling point yang terasa nyata. Apalagi, di era konten pendek, akses kamera cepat sering jadi kebutuhan yang benar-benar dicari.
“Baca Juga : Infinix Note 60 Ultra Tampil Berani, Perpaduan Gaya iPhone 17 Pro dan Xiaomi 17“
Layar AMOLED 1,5K 144Hz Bikin Kelasnya Terasa Naik
Jika rumor spesifikasi ini benar, maka Note 60 Ultra akan menjadi salah satu ponsel Infinix paling serius untuk segmen performa visual. Layarnya disebut memakai panel AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate 144Hz. Ini bukan angka kecil, karena 144Hz biasanya dipakai untuk pengalaman gaming dan scrolling yang super mulus. Selain itu, layar melengkung di kanan-kiri memberi kesan flagship yang lebih premium, meski beberapa pengguna tetap lebih suka layar datar karena lebih aman untuk penggunaan jangka panjang. Namun, untuk pasar yang mengejar tampilan “wah,” curved screen masih punya daya tarik besar. Ditambah punch hole kamera depan 32 MP, ponsel ini seolah menyiapkan panggung untuk konten creator yang ingin tampil tajam di video maupun selfie. Dengan kata lain, Infinix terlihat serius menaikkan standar pengalaman layar.
Kamera 200 MP dengan OIS, Ambisi yang Tidak Main-Main
Salah satu rumor paling menggoda adalah kamera utama 200 MP dengan OIS. Angka 200 MP memang terdengar bombastis, tetapi tren ini sudah mulai jadi senjata banyak brand untuk menarik pasar. Namun, yang lebih penting justru OIS-nya, karena stabilisasi optik bisa membuat foto malam lebih tajam dan video lebih halus. Selain itu, rumor menyebut ada dua kamera tambahan 50 MP dan 8 MP, meski belum jelas peran masing-masing. Banyak pengguna sekarang lebih realistis: mereka tidak hanya mengejar megapixel, tetapi juga kualitas pemrosesan gambar. Karena itu, tantangan Infinix bukan hanya memasang sensor besar, melainkan memastikan hasil foto konsisten di kondisi sulit. Meski begitu, kombinasi kamera besar dan desain modul yang mencolok membuat Note 60 Ultra terasa seperti ponsel yang ingin “pamer” kemampuan kamera. Dan dalam dunia smartphone, pamer kamera sering kali menjadi kunci untuk viral