Gadgetkan – Google Pixel 10a resmi meluncur sebagai model termurah dari keluarga Pixel 10 Series. Namun, ponsel ini tidak terasa seperti versi “murah” yang dipangkas habis. Justru sebaliknya, Google membawa fitur yang biasanya hanya hadir di kelas premium, yaitu Satellite SOS. Karena itu, Pixel 10a langsung mencuri perhatian sejak diumumkan. Selain fitur satelit, desainnya juga dibuat lebih rapi dan modern. Bagian belakangnya kini rata, sehingga nyaman dipakai harian. Lalu, Google memperkuat daya tahan dan meningkatkan kecepatan charging. Dengan begitu, Pixel 10a terlihat seperti ponsel yang dipikirkan serius. Di tengah pasar yang penuh pilihan, pendekatan ini terasa berbeda. Saya pribadi melihat Pixel 10a sebagai “ponsel aman” untuk banyak orang. Ia cocok untuk kerja, hiburan, sekaligus perjalanan. Dan yang paling menarik, Google tetap fokus pada pengalaman pengguna.
Satellite SOS Jadi Fitur Darurat yang Membuat Pixel 10a Terasa Lebih Aman
Google Pixel 10a membawa Satellite SOS untuk kondisi tanpa sinyal dan internet. Artinya, ponsel ini bisa menghubungi satelit saat keadaan darurat. Misalnya ketika tersesat, mengalami kecelakaan, atau terjebak di lokasi terpencil. Karena itu, fitur ini bukan sekadar tambahan gaya. Sebaliknya, ia benar-benar dibuat untuk skenario nyata. Selain itu, kehadiran satelit di ponsel murah memberi pesan penting. Google ingin teknologi keselamatan bisa dinikmati lebih banyak orang. Selama ini, fitur serupa sering muncul di ponsel mahal. Namun kini, Pixel 10a membawanya ke kelas menengah. Sementara itu, banyak pengguna mungkin baru sadar nilainya saat dibutuhkan. Jadi, walaupun terdengar jarang dipakai, fungsi ini tetap besar. Pada akhirnya, Pixel 10a memberi rasa tenang. Dan itu adalah nilai yang sulit ditandingi.
“Baca Juga : Jajal Night Mode Realme 16 Pro Plus 5G Sebelum Rilis Global, Begini Hasil Jepretannya“
Desain Flat Back Membuat Pixel 10a Terlihat Lebih Rapi dan Nyaman Dipakai
Pixel 10a mendapat perubahan desain yang sederhana, tetapi terasa penting. Bagian belakang ponsel kini dibuat rata, sehingga tidak goyang di meja. Selain itu, modul kamera dibuat lebih menyatu dengan bodi. Akibatnya, tampilan ponsel terlihat lebih bersih dan modern. Banyak ponsel saat ini memakai tonjolan kamera besar. Namun, Google memilih pendekatan yang lebih tenang. Karena itu, Pixel 10a terasa dewasa dan fungsional. Selain tampilannya, desain ini juga terasa nyaman saat digenggam. Ponsel tidak terasa “mengganjal” di tangan. Bahkan saat dipakai tanpa casing, bodinya tetap terlihat rapi. Sementara itu, desain rata juga membuatnya lebih praktis. Kamu bisa mengetik atau bekerja tanpa gangguan. Pada akhirnya, Pixel 10a terlihat sederhana. Namun, kesederhanaan itu terasa premium.
Layar Actua Display Lebih Terang, Jadi Lebih Nyaman Dipakai Outdoor
Google Pixel 10a memakai Actua Display P-OLED berukuran 6,3 inci. Menariknya, layar ini diklaim 11 persen lebih terang dari generasi sebelumnya. Karena itu, pengalaman outdoor jadi lebih nyaman. Layar tetap terlihat jelas saat dipakai di bawah matahari. Selain itu, Google melapisinya dengan Gorilla Glass 7i. Dengan begitu, ketahanan terhadap goresan ikut meningkat. Ini penting, karena ponsel menengah sering dipakai tanpa terlalu banyak perlindungan. Sementara itu, ukuran 6,3 inci terasa pas untuk banyak orang. Layar cukup luas, tetapi tidak terlalu besar. Jadi, Pixel 10a tetap nyaman untuk tangan kecil sekalipun. Selain untuk media sosial, layar ini juga enak untuk kerja. Kamu bisa membaca dokumen dengan jelas. Pada akhirnya, layar Pixel 10a terasa seimbang. Ia tidak berlebihan, tetapi terasa matang.
“Baca Juga :Infinix Note 60 Ultra Tampil Berani, Perpaduan Gaya iPhone 17 Pro dan Xiaomi 17“
Baterai 5.100 mAh dan Charging 30W Membuat Aktivitas Harian Lebih Tenang
Pixel 10a membawa baterai 5.100 mAh yang cukup besar untuk kelasnya. Namun, yang lebih menarik adalah peningkatan charging dari 23W ke 30W. Karena itu, waktu isi daya jadi lebih masuk akal. Kamu tidak perlu menunggu terlalu lama saat buru-buru. Selain itu, Google mengklaim daya tahan baterainya meningkat. Pixel 10a disebut bisa bertahan lebih dari 30 jam pemakaian normal. Bahkan, mode Extreme Battery Saver diklaim bisa mencapai 120 jam. Memang, angka ini bergantung pada cara penggunaan. Namun, klaim tersebut memberi gambaran yang jelas. Sementara itu, baterai besar juga cocok dengan fitur satelit. Fitur darurat tidak akan berguna jika ponsel cepat mati. Jadi, kombinasi ini terasa tepat. Pada akhirnya, Pixel 10a terlihat seperti ponsel yang siap diajak pergi jauh. Dan itu membuatnya lebih menarik.
Kamera 48 MP Tetap Jadi Andalan, Tetapi AI Membuat Hasilnya Lebih Stabil
Pixel 10a tetap memakai kamera utama 48 MP dan ultrawide 13 MP. Lalu, kamera selfie-nya berada di angka 13 MP. Di atas kertas, spesifikasinya mirip generasi sebelumnya. Namun, kekuatan Pixel memang ada pada pemrosesan gambar. Karena itu, fitur AI menjadi kunci utama. Pixel 10a membawa Auto Best Take, Camera Coach, Add Me, dan fitur edit di Google Photos. Bahkan, beberapa edit bisa dilakukan lewat suara atau teks. Ini membuat pengalaman foto jadi lebih mudah. Kamu tidak perlu jadi fotografer untuk dapat hasil bagus. Selain itu, warna Pixel biasanya terlihat natural dan konsisten. Jadi, hasilnya terasa lebih realistis. Sementara itu, fitur AI juga membantu saat foto cepat. Misalnya saat foto keluarga atau momen spontan. Pada akhirnya, kamera Pixel 10a tidak mengejar sensasi. Ia mengejar hasil yang bisa diandalkan.