Gadgetkan – Samsung kembali mencoba menarik perhatian pasar kelas menengah lewat Galaxy A57 5G yang membawa chipset Exynos 1680 berbasis fabrikasi 4 nm. Kehadiran ponsel ini langsung mencuri perhatian karena spesifikasinya terlihat jauh lebih agresif dibanding generasi sebelumnya. Selain itu, kombinasi CPU octa-core dengan GPU Xclipse 550 membuat banyak pengguna penasaran terhadap kemampuan gaming perangkat ini. Dalam pengujian awal, Galaxy A57 5G bahkan berhasil mencatat skor benchmark yang mendekati performa flagship lawas Samsung. Hal tersebut menjadi sinyal bahwa ponsel mid-range kini sudah semakin kuat untuk kebutuhan gaming modern. Tidak hanya untuk game ringan seperti Mobile Legends atau Free Fire, Galaxy A57 5G juga mulai dilirik sebagai perangkat yang sanggup menjalankan game berat dengan grafis tinggi dan ukuran file di atas 20 GB.
Skor Benchmark Galaxy A57 5G Bikin Penasaran
Sebelum mencoba berbagai game berat, performa Galaxy A57 5G lebih dulu diuji melalui aplikasi benchmark populer. Hasilnya cukup mengejutkan untuk ukuran smartphone kelas menengah. Pada AnTuTu v11, perangkat ini mampu meraih skor lebih dari 1,3 juta poin. Selain itu, skor Geekbench dan 3DMark juga menunjukkan performa stabil untuk aktivitas berat. Angka tersebut membuat Galaxy A57 5G terasa berada satu tingkat di atas banyak pesaing di kelas harga menengah. Menariknya lagi, performa itu mulai mendekati beberapa flagship Samsung generasi lama seperti Galaxy S22 Series. Bagi pengguna yang gemar bermain game atau melakukan multitasking, hasil benchmark ini menjadi kabar positif. Sebab, performa tinggi tidak lagi harus dibayar dengan harga flagship yang mahal.
Baca Juga : Apple Setuju Beri Kompensasi Pengguna iPhone Hingga Rp 1,6 Juta
Genshin Impact Masih Jadi Ujian Berat
Ketika diuji memainkan Genshin Impact dengan ukuran lebih dari 34 GB, Galaxy A57 5G menunjukkan kemampuan yang cukup stabil untuk kelasnya. Pada pengaturan default “Lowest”, game masih berjalan di kisaran 25 hingga 30 FPS saat eksplorasi area ringan. Namun, performa mulai menurun ketika karakter memasuki kota besar atau bertarung dengan efek elemen yang ramai. Meski begitu, pengalaman bermain masih terasa cukup nyaman untuk ponsel kelas menengah. Selain itu, suhu perangkat juga masih tergolong aman selama sesi permainan berlangsung. Penurunan FPS memang tetap terasa di beberapa momen, tetapi kondisi tersebut masih tergolong wajar mengingat Genshin Impact dikenal sebagai salah satu game Android paling berat saat ini. Hal itu menunjukkan Galaxy A57 5G masih mampu memberikan pengalaman gaming yang layak tanpa harus menguras dompet terlalu dalam.
Neverness to Everness Jadi Bukti Kekuatan Baru
Salah satu game paling menarik yang diuji di Galaxy A57 5G adalah Neverness to Everness atau NTE. Game ini dikenal memiliki kualitas visual tinggi dan ukuran file mencapai lebih dari 20 GB. Saat dimainkan di Galaxy A57 5G, performanya terlihat cukup menjanjikan. Gerakan karakter terasa responsif dan detail visual masih tampak tajam meski pengaturan grafis tidak maksimal. Selain itu, proses loading juga berjalan lebih cepat dibanding beberapa ponsel mid-range generasi sebelumnya. Kehadiran RAM 8 GB serta penyimpanan besar turut membantu menjaga performa tetap stabil saat bermain dalam waktu lama. Pengalaman ini memperlihatkan bahwa Samsung mulai serius menghadirkan perangkat gaming yang lebih kompetitif di kelas menengah.
Baca Juga :Vendor China Salip Apple? Teknologi iPhone Masa Depan Mulai Ditiru Lebih Dulu
Desain dan Pendinginan Membantu Pengalaman Gaming
Selain performa chipset, desain Galaxy A57 5G juga memberikan kontribusi besar terhadap kenyamanan bermain game. Bodinya terasa ergonomis ketika digenggam dalam posisi horizontal. Selain itu, Samsung tampaknya mulai memperhatikan manajemen suhu agar perangkat tidak cepat panas ketika digunakan bermain dalam waktu panjang. Saat menjalankan game berat seperti Honkai Star Rail dan Wuthering Waves, suhu perangkat memang meningkat, tetapi tidak sampai mengganggu kenyamanan tangan. Hal tersebut menjadi poin penting karena banyak pengguna kini menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain game di smartphone mereka. Dengan pendinginan yang lebih stabil, performa Galaxy A57 5G juga terasa lebih konsisten dan tidak mudah mengalami penurunan drastis.
Galaxy A57 5G Cocok untuk Gamer Kasual hingga Menengah
Melihat hasil pengujian yang dilakukan, Galaxy A57 5G terlihat cocok untuk pengguna yang aktif bermain game setiap hari. Ponsel ini memang belum sepenuhnya bisa menyaingi flagship terbaru, tetapi kemampuannya sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan gaming modern. Selain itu, performanya terasa seimbang dengan kebutuhan multitasking, streaming, hingga editing ringan. Samsung juga berhasil menghadirkan pengalaman visual yang nyaman melalui layar berkualitas tinggi yang membuat game terlihat lebih hidup. Bagi gamer kasual hingga menengah, perangkat ini bisa menjadi pilihan menarik tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar. Dengan kombinasi performa, desain, dan daya tahan yang stabil, Galaxy A57 5G berhasil membuktikan bahwa ponsel kelas menengah kini semakin dekat dengan performa flagship.
Persaingan Ponsel Gaming Mid-Range Makin Panas
Kehadiran Galaxy A57 5G semakin memperlihatkan bahwa persaingan smartphone kelas menengah kini semakin ketat. Brand-brand besar mulai berlomba menghadirkan performa gaming tinggi tanpa menaikkan harga terlalu jauh. Samsung yang sebelumnya lebih fokus pada stabilitas kini terlihat mulai agresif mengejar pasar gamer muda. Selain itu, kebutuhan pengguna terhadap game Android dengan grafis tinggi terus meningkat setiap tahun. Situasi ini membuat ponsel seperti Galaxy A57 5G memiliki peluang besar di pasar global, termasuk Indonesia. Banyak pengguna kini menginginkan smartphone yang tidak hanya kuat untuk media sosial, tetapi juga tangguh menjalankan game berat dalam waktu lama. Karena itu, Galaxy A57 5G hadir di momen yang tepat ketika pasar mulai berubah lebih cepat.