Gadgetkan – Persaingan tablet Android kelas flagship semakin menarik pada tahun 2026. Tidak hanya mengandalkan layar besar dan baterai tahan lama, produsen kini berlomba menghadirkan performa yang mendekati laptop untuk memenuhi kebutuhan produktivitas, hiburan, hingga gaming berat. Gambaran tersebut terlihat jelas dalam daftar tablet Android terkencang versi AnTuTu edisi Mei 2026. Hasil benchmark terbaru menunjukkan dominasi chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang berhasil menguasai sebagian besar posisi teratas. Menariknya, beberapa perangkat mampu mencetak skor di atas empat juta poin, sebuah pencapaian yang beberapa tahun lalu terasa sulit dibayangkan untuk kategori tablet. Daftar ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian kemampuan hardware, tetapi juga menjadi referensi penting bagi konsumen yang mencari perangkat dengan performa terbaik di kelasnya.
Vivo Pad 6 Pro Berhasil Merebut Posisi Puncak
Sorotan utama dalam daftar bulan Mei 2026 jatuh kepada Vivo Pad 6 Pro. Tablet flagship ini berhasil menduduki posisi pertama dengan skor rata-rata lebih dari 4,13 juta poin. Pencapaian tersebut menempatkannya sebagai tablet Android paling bertenaga saat ini berdasarkan pengujian AnTuTu. Keunggulan Vivo Pad 6 Pro tidak datang secara kebetulan. Kombinasi Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM besar, dan optimasi sistem yang matang membuat perangkat ini mampu memberikan performa luar biasa dalam berbagai skenario penggunaan. Mulai dari multitasking berat hingga menjalankan game dengan pengaturan grafis tertinggi, semuanya dapat dilakukan dengan lancar. Keberhasilan Vivo di puncak daftar juga menunjukkan bahwa persaingan tablet premium semakin kompetitif dan tidak lagi didominasi oleh segelintir merek tertentu seperti beberapa tahun sebelumnya.
Baca Juga : Itel A200 Resmi Hadir di Indonesia, Smartphone Rp 1 Jutaan dengan Desain Mirip iPhone 17 Pro
Snapdragon 8 Elite Gen 5 Kuasai Enam Besar
Jika melihat daftar secara keseluruhan, satu pola yang sangat jelas langsung terlihat. Enam posisi teratas ditempati tablet yang menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5. Selain Vivo Pad 6 Pro, terdapat iQOO Pad 6 Pro, Lenovo Legion Tablet Y700 Gen 5, Oppo Pad 5 Pro, OnePlus Tablet 3 Pro, serta Honor MagicPad 3 Pro 13.3. Dominasi ini memperlihatkan bagaimana Qualcomm berhasil menghadirkan peningkatan performa yang signifikan melalui generasi chipset terbarunya. Tidak hanya unggul dalam skor benchmark, chipset tersebut juga dikenal memiliki efisiensi daya yang lebih baik. Hal ini penting karena tablet sering digunakan dalam waktu lama untuk bekerja maupun menikmati konten multimedia. Dengan kombinasi performa tinggi dan konsumsi daya yang lebih efisien, Snapdragon 8 Elite Gen 5 menjadi standar baru dalam pasar tablet Android premium tahun ini.
Redmi K Pad 2 Jadi Penantang dari MediaTek
Di tengah dominasi Snapdragon, kehadiran Redmi K Pad 2 menjadi salah satu cerita menarik dalam daftar AnTuTu Mei 2026. Tablet ini menjadi satu-satunya perangkat dalam sepuluh besar yang mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 9500. Meski berbeda platform, performanya ternyata mampu bersaing dengan tablet premium lainnya. Redmi K Pad 2 mencatat skor lebih dari 3,71 juta poin dan hanya terpaut tipis dari Honor MagicPad 3 Pro yang berada tepat di atasnya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa MediaTek semakin serius dalam mengembangkan chipset kelas atas untuk pasar tablet. Kehadiran alternatif selain Snapdragon juga memberikan keuntungan bagi konsumen karena menciptakan persaingan yang lebih sehat. Pada akhirnya, persaingan tersebut mendorong inovasi yang menghasilkan perangkat dengan performa lebih baik dan harga yang semakin kompetitif.
Baca Juga : Huawei Nova Y74 Resmi Diperkenalkan, Smartphone 4G dengan Baterai Jumbo 6.620 mAh
H3C MegaBook Tampil Berbeda dengan Intel
Salah satu nama yang cukup mengejutkan dalam daftar ini adalah H3C MegaBook. Berbeda dari mayoritas tablet Android modern yang menggunakan chipset berbasis ARM, perangkat ini justru mengandalkan prosesor Intel Core Ultra 5 228V. Keputusan tersebut membuat H3C MegaBook tampil unik di antara para pesaingnya. Dengan skor mencapai lebih dari 3,39 juta poin, tablet ini berhasil menempati posisi kedelapan. Kehadiran prosesor Intel membuka peluang penggunaan yang lebih luas, terutama bagi pengguna yang membutuhkan pengalaman komputasi mendekati laptop dalam bentuk perangkat yang lebih ringkas. Meskipun belum mampu menembus posisi papan atas, performa yang ditunjukkan tetap layak mendapatkan perhatian. H3C MegaBook membuktikan bahwa inovasi dalam industri tablet tidak selalu harus mengikuti pendekatan yang sama dengan kompetitor lainnya.
Oppo dan OnePlus Tetap Bertahan di Jajaran Terbaik
Dua posisi terakhir dalam daftar ditempati Oppo Pad 4 Pro dan OnePlus Tablet 2 Pro. Keduanya masih menggunakan Snapdragon 8 Elite generasi sebelumnya, namun tetap mampu bersaing dengan perangkat-perangkat terbaru yang hadir tahun ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa performa chipset flagship tidak langsung kehilangan relevansinya hanya karena muncul generasi baru. Bagi pengguna yang mencari tablet premium dengan harga yang berpotensi lebih terjangkau, perangkat seperti Oppo Pad 4 Pro dan OnePlus Tablet 2 Pro bisa menjadi pilihan menarik. Selain menawarkan performa tinggi, keduanya juga didukung ekosistem perangkat yang semakin matang. Keberadaan tablet generasi sebelumnya dalam daftar ini membuktikan bahwa pengalaman penggunaan sehari-hari tidak selalu ditentukan oleh spesifikasi terbaru semata.
Benchmark Menjadi Gambaran Awal Sebelum Membeli Tablet
Hasil benchmark seperti AnTuTu sering menjadi salah satu referensi utama saat memilih perangkat baru. Namun, angka tinggi bukan satu-satunya faktor yang menentukan pengalaman pengguna. Desain, kualitas layar, kapasitas baterai, sistem pendingin, hingga dukungan perangkat lunak juga memiliki peran penting dalam penggunaan sehari-hari. Meski demikian, daftar tablet Android terkencang Mei 2026 tetap memberikan gambaran yang jelas mengenai perkembangan teknologi terbaru di industri perangkat mobile. Dominasi Snapdragon 8 Elite Gen 5 menunjukkan arah perkembangan pasar flagship saat ini, sementara kehadiran MediaTek dan Intel memperlihatkan bahwa persaingan masih terbuka lebar. Bagi konsumen, kondisi tersebut tentu menguntungkan karena semakin banyak pilihan tablet dengan performa tinggi yang tersedia di berbagai segmen harga.