Gadgetkan – Android masih jadi raja OS smartphone dunia ketika persaingan industri perangkat mobile semakin ketat. Berdasarkan data Counterpoint Research yang dikutip Kompas.com, Android menguasai sekitar 75 persen pangsa pengiriman smartphone global sepanjang kuartal II 2026. Angka tersebut meningkat dari 73 persen pada kuartal sebelumnya. Salah satu pendorongnya datang dari performa penjualan Samsung Galaxy S26 Series yang disebut lebih baik dibanding generasi terdahulu. Meski begitu, dominasi Android bukan berarti tanpa tekanan. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pangsanya tercatat menurun sekitar empat persen. Perubahan ini memperlihatkan bahwa konsumen memiliki semakin banyak pilihan sistem operasi dan perangkat. Di balik angka tersebut, persaingan teknologi juga terus berkembang. Produsen kini tidak cukup hanya menawarkan spesifikasi tinggi. Mereka harus membangun ekosistem yang nyaman, aman, terhubung, serta mampu mempertahankan pengguna dalam jangka panjang.
Pangsa Android Naik Menjadi 75 Persen pada Kuartal Kedua
Kenaikan pangsa pengiriman Android dari 73 persen menjadi 75 persen memberikan gambaran menarik mengenai kekuatan ekosistem tersebut. Android digunakan oleh banyak produsen dengan pilihan perangkat yang sangat luas. Konsumen dapat menemukan smartphone Android dari kelas terjangkau hingga flagship premium dengan teknologi kamera dan kecerdasan buatan terbaru. Fleksibilitas itu menjadi kekuatan penting ketika kondisi ekonomi setiap pasar berbeda. Selain itu, produsen besar terus memperbarui lini produknya agar konsumen memiliki alasan untuk melakukan peningkatan perangkat. Namun, angka 75 persen perlu dipahami secara tepat. Data tersebut menggambarkan pangsa pengiriman smartphone selama April hingga Juni 2026. Jadi, persentasenya bukan jumlah seluruh perangkat aktif yang sedang digunakan masyarakat dunia. Perbedaan ini penting karena jumlah pengguna aktif dapat memberikan gambaran berbeda. Walau demikian, posisi Android tetap menunjukkan besarnya pengaruh sistem operasi tersebut dalam menentukan arah industri smartphone global.
Baca Juga : Lenovo Legion Y700 AI Resmi, Tablet Gaming Ringkas dengan Layar 165 Hz
iOS Menempel di Posisi Kedua dengan Pangsa 20 Persen
Di belakang Android, iOS tetap menjadi pesaing terbesar dengan pangsa sekitar 20 persen dari pengiriman smartphone global. Permintaan terhadap iPhone 17 Series yang relatif stabil ikut mempertahankan posisi tersebut. Kehadiran iPhone 17e juga memberikan pilihan tambahan kepada konsumen yang ingin masuk ke ekosistem Apple. Namun, pangsa iOS turun dari sekitar 22 persen pada kuartal pertama 2026. Angka itu menunjukkan betapa dinamisnya persaingan pasar smartphone dari satu kuartal ke kuartal berikutnya. Menariknya, peta persaingan terlihat jauh lebih ketat ketika perhatian diarahkan ke Amerika Serikat. Counterpoint mencatat iOS memperoleh sekitar 51 persen pengiriman smartphone di negara tersebut. Sementara itu, Android berada sangat dekat dengan pangsa sekitar 49 persen. Kondisi tersebut membuktikan bahwa dominasi global tidak selalu mencerminkan situasi setiap negara. Preferensi merek, daya beli, ekosistem layanan, dan kebiasaan konsumen dapat menghasilkan peta persaingan berbeda.
HarmonyOS Mulai Menjadi Penantang Serius dari China
Persaingan sistem operasi smartphone tidak lagi hanya menjadi duel antara Android dan iOS. HarmonyOS buatan Huawei kini mulai membangun ruangnya sendiri, terutama di pasar China. Secara global, sistem operasi tersebut berada di posisi ketiga dengan pangsa sekitar lima persen pada kuartal II 2026. Angkanya relatif stabil dibanding kuartal sebelumnya. Namun, situasinya berbeda ketika melihat pasar domestik China. HarmonyOS berhasil memperoleh sekitar 24 persen pangsa pengiriman smartphone. Angka tersebut naik cukup tajam dari 19 persen pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan itu antara lain didukung oleh penjualan perangkat Huawei, termasuk Enjoy 90 Pro Max. Perkembangan HarmonyOS menarik karena memperlihatkan bahwa konsumen mulai memiliki alternatif ekosistem yang semakin matang. Jika Huawei terus memperluas dukungan aplikasi, perangkat, dan layanan digital, HarmonyOS berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap dua sistem operasi yang selama bertahun-tahun mendominasi industri smartphone dunia.
Baca Juga :Google Rilis Motion Assist, Fitur Android untuk Kurangi Mabuk Perjalanan
Android Tetap Memimpin China Meski Pangsa Pasarnya Menurun
China menjadi salah satu medan persaingan paling menarik karena tiga sistem operasi utama memiliki basis pengguna yang kuat. Android masih memimpin pengiriman smartphone di negara tersebut dengan pangsa sekitar 58 persen pada kuartal II 2026. Namun, angka tersebut turun dari 63 persen pada kuartal sebelumnya. Pada saat yang sama, HarmonyOS bergerak naik hingga mencapai 24 persen. Sementara itu, iOS memperoleh sekitar 18 persen, sedikit meningkat dari 17 persen pada periode sebelumnya. Perubahan beberapa poin mungkin terlihat kecil. Akan tetapi, pasar smartphone China memiliki skala sangat besar sehingga pergeseran tersebut mempunyai arti penting bagi produsen. Persaingan juga tidak hanya terjadi melalui perangkat keras. Pengalaman pengguna, integrasi layanan, aplikasi lokal, teknologi AI, hingga kemampuan menghubungkan smartphone dengan perangkat lain semakin menentukan pilihan konsumen. Karena itu, Android perlu mempertahankan inovasi agar posisi dominannya tidak perlahan terkikis oleh ekosistem alternatif.
Pilihan Perangkat Luas Menjadi Kekuatan Utama Ekosistem Android
Salah satu alasan Android masih jadi raja OS smartphone adalah keragaman perangkat yang tersedia bagi konsumen. Sistem operasi ini digunakan berbagai produsen dengan karakter produk berbeda. Ada perangkat yang mengutamakan kamera, performa gaming, baterai besar, desain tipis, hingga harga ekonomis. Pilihan tersebut membuat Android dapat menjangkau pengguna dengan kebutuhan dan kemampuan finansial yang sangat beragam. Selain itu, kompetisi antarprodusen Android mendorong inovasi berlangsung cepat. Fitur yang sebelumnya hanya tersedia pada perangkat premium dapat turun ke kelas menengah dalam beberapa generasi. Meski demikian, keragaman tersebut juga menghadirkan tantangan. Pengalaman perangkat lunak, durasi pembaruan keamanan, serta kualitas dukungan setelah penjualan dapat berbeda antara satu merek dan lainnya. Karena itu, konsumen kini semakin mempertimbangkan dukungan jangka panjang. Bukan sekadar spesifikasi, mereka ingin smartphone tetap aman, cepat, dan nyaman digunakan selama beberapa tahun.
Persaingan OS Smartphone Memasuki Babak yang Semakin Dinamis
Dominasi Android sebesar 75 persen menunjukkan bahwa posisinya masih sangat kuat dalam industri smartphone global. Namun, angka tersebut tidak boleh dipandang sebagai jaminan bahwa peta pasar akan selalu sama. iOS tetap memiliki basis pengguna loyal, terutama di pasar premium dan Amerika Serikat. Sementara itu, pertumbuhan HarmonyOS di China menghadirkan tantangan baru yang layak diperhatikan. Bagi konsumen, kompetisi tersebut justru dapat membawa manfaat. Setiap perusahaan terdorong menghadirkan inovasi yang lebih relevan, dukungan perangkat lebih panjang, keamanan lebih baik, serta integrasi ekosistem yang semakin nyaman. Perkembangan AI juga berpotensi mengubah cara pengguna memilih sistem operasi dalam beberapa tahun mendatang. Pada akhirnya, pertarungan tidak hanya menyangkut siapa yang menjual smartphone terbanyak. Persaingan juga bergerak menuju pertanyaan yang lebih penting: ekosistem mana yang mampu memberikan pengalaman digital terbaik dan mempertahankan kepercayaan penggunanya.