Gadgetkan – Sejak Mei 2025, dunia teknologi dikejutkan oleh kabar kolaborasi antara OpenAI dan Jony Ive, sosok di balik desain ikonik Apple. Meski berjalan senyap, kemitraan ini menyimpan ambisi besar untuk mendefinisikan ulang perangkat sehari-hari berbasis kecerdasan buatan. Akuisisi startup io senilai 6,5 miliar dolar AS menjadi sinyal kuat bahwa OpenAI tak lagi hanya bermain di ranah perangkat lunak. Bersama Ive dan LoveFrom, OpenAI mulai merancang masa depan di mana AI hadir lebih personal dan manusiawi. Perlahan namun pasti, rumor tentang berbagai perangkat AI pun bermunculan. Di tengah dominasi layar ponsel dan laptop, kolaborasi ini menghadirkan harapan akan bentuk interaksi baru yang lebih alami. Dari sinilah cerita tentang gadget AI generasi baru mulai menarik perhatian publik global.
Pulpen AI, Gadget Kecil dengan Ambisi Besar
Bocoran terbaru menyebut salah satu perangkat yang tengah dikembangkan adalah pulpen AI. Meski terdengar sederhana, pulpen ini digadang-gadang membawa lompatan besar dalam cara manusia mencatat dan berpikir. Dengan dukungan ChatGPT, pulpen AI diyakini mampu mengubah tulisan tangan menjadi teks digital secara instan. Catatan tersebut kemudian bisa diringkas, disunting, bahkan dianalisis secara cerdas. Lebih dari sekadar alat tulis, perangkat ini diposisikan sebagai asisten pribadi yang selalu siap membantu. Konsep ini terasa emosional karena menghidupkan kembali kebiasaan menulis tangan, namun dengan sentuhan teknologi mutakhir. Di era serba digital, pulpen AI menjanjikan keseimbangan antara sentuhan manusia dan kecanggihan mesin.
“Baca Juga : Oppo Perkenalkan Reno 15 Pro Max, Ini Pembeda Utamanya dengan Reno 15 Pro”
Always-On Listening dan Interaksi Real Time
Selain mencatat tulisan, pulpen AI ini dirumorkan memiliki fitur always-on listening. Artinya, perangkat dapat mendengarkan percakapan atau memo suara dan memprosesnya secara real time dengan bantuan ChatGPT. Fitur ini membuka kemungkinan baru dalam produktivitas, mulai dari mencatat ide spontan hingga membantu menjawab pertanyaan saat diskusi berlangsung. Bayangkan sebuah rapat atau kuliah di mana semua poin penting langsung dirangkum tanpa harus mengetik. Meski terdengar futuristis, fitur ini juga memunculkan diskusi soal privasi dan etika. Namun, jika dirancang dengan transparansi dan kontrol pengguna, pulpen AI berpotensi menjadi rekan kerja yang intuitif. Inilah gambaran perangkat yang tidak sekadar pintar, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan manusia.
Nama Internal Gumdrop dan Jejak Foxconn
Menurut tipster teknologi, perangkat ini memiliki nama internal “Gumdrop”. Meski terdengar ringan, proyek ini ditangani dengan serius. Rumor menyebut Foxconn, perakit iPhone, akan terlibat dalam proses produksinya. Keterlibatan Foxconn memperkuat dugaan bahwa OpenAI dan Ive menargetkan skala produksi besar dengan kualitas tinggi. Dari sisi desain, sentuhan Ive diyakini akan menghadirkan estetika minimalis namun fungsional. Nama Gumdrop sendiri memunculkan kesan ramah dan personal, sejalan dengan visi AI yang lebih dekat dengan manusia. Jika benar diproduksi Foxconn, pulpen AI ini berpotensi menjadi produk global yang mudah diakses, bukan sekadar konsep eksperimental.
“Simak Juga : Honor Bersiap Merilis Ponsel Android Bergaya iPhone 17 Pro dengan Baterai Super Besar”
Bukan Satu-Satunya, Ada Gadget Audio AI
Pulpen AI bukan satu-satunya perangkat yang dirumorkan lahir dari kolaborasi ini. OpenAI dan Ive juga disebut menyiapkan perangkat audio portabel mirip iPod Shuffle. Gadget ini dirancang untuk dikenakan di leher dan terhubung ke ponsel atau PC. Fungsinya sebagai “third-core device”, pelengkap ponsel dan laptop, terasa relevan di era multitasking. Dengan perangkat audio ini, interaksi dengan ChatGPT bisa dilakukan tanpa layar, lebih alami dan cepat. Kehadiran dua gadget berbeda menunjukkan bahwa OpenAI tidak ingin terjebak pada satu bentuk perangkat saja. Sebaliknya, mereka bereksperimen mencari format paling intuitif bagi manusia untuk berinteraksi dengan AI.
Ambiguitas yang Disengaja dan Waktu Peluncuran
Menariknya, Jony Ive sendiri mengakui bahwa proses pengembangan perangkat keras AI penuh ambiguitas. Ia menilai ketidakpastian justru menjadi bagian penting dari inovasi. Dalam pernyataannya, Ive menyebut banyak perusahaan besar tidak nyaman dengan hal yang sulit diprediksi. Namun, justru di ruang abu-abu itulah ide besar lahir. Ive memperkirakan perangkat AI ini bisa diperkenalkan dalam dua tahun ke depan, atau bahkan lebih cepat. Pernyataan tersebut menjaga antusiasme sekaligus misteri. Bagi publik, menunggu menjadi bagian dari cerita. Di balik rumor dan bocoran, satu hal terasa pasti: OpenAI dan Jony Ive tengah menyiapkan bab baru dalam sejarah gadget AI yang lebih dekat dengan kehidupan manusia.