Gadgetkan – iPod tak lagi diproduksi sejak Apple menghentikan lini legendarisnya pada 2022, tetapi justru di era serba digital ini perangkat tersebut kembali naik daun di kalangan Gen Z. Laporan terbaru menunjukkan pencarian kata kunci seperti “Original iPod” dan “iPod Nano” meningkat sepanjang 2025. Fenomena ini terasa ironis sekaligus menarik. Di saat smartphone semakin canggih dan penuh fitur, generasi muda justru melirik perangkat lawas yang hanya memutar musik. Tren ini bukan sekadar nostalgia, karena sebagian Gen Z bahkan lahir setelah iPod mencapai masa kejayaannya. Ada sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar gaya retro sebuah kebutuhan akan pengalaman mendengarkan musik yang lebih murni dan personal.
Lonjakan Pencarian dan Pasar Sekunder yang Menguat
iPod tak lagi diproduksi, tetapi pasar sekunder justru menunjukkan geliat yang signifikan. Data dari berbagai platform marketplace mencatat peningkatan pencarian iPod Classic dan iPod Nano hingga puluhan persen sepanjang Januari–Oktober 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Di eBay misalnya, pencarian iPod Classic naik sekitar 25 persen, sementara iPod Nano meningkat sekitar 20 persen. Angka ini menunjukkan permintaan nyata, bukan sekadar tren media sosial sesaat. Ketika sebuah produk lama kembali diburu, itu menandakan adanya perubahan perilaku konsumen. Dalam konteks ini, Gen Z tampaknya melihat iPod bukan sebagai barang usang, melainkan sebagai simbol gaya hidup yang berbeda dari arus utama digital.
“Baca Juga : Review Samsung Galaxy S26 Ultra: Putu Reza Terpukau, Malvin Sudah Memprediksi Sejak Awal“
Kesederhanaan yang Dicari di Tengah Kebisingan Digital
iPod tak lagi diproduksi, namun daya tariknya justru terletak pada satu hal sederhana: fokus pada musik. Berbeda dengan smartphone yang dipenuhi notifikasi, media sosial, dan aplikasi tanpa henti, iPod hanya melakukan satu tugas. Seorang profesor dari Universitas Georgetown, Cal Newport, menilai bahwa generasi muda kini mulai menyadari kelelahan digital. Mereka mencari ruang yang lebih tenang, bebas gangguan, dan lebih mindful. Ketika seseorang memutar lagu di iPod, ia tidak tergoda untuk membuka pesan atau memeriksa media sosial. Transisi ini menunjukkan perubahan kesadaran, bahwa teknologi tidak selalu harus multitasking untuk menjadi relevan.
Detoks Digital dan Romantisme Era MP3
iPod tak lagi diproduksi, tetapi justru menjadi alat detoks digital bagi sebagian Gen Z. Survei yang dilakukan pengamat musik Emily White menunjukkan sekitar 32 persen responden Gen Z kini gemar mendengarkan musik melalui pemutar MP3 lawas. Bagi mereka, pengalaman ini terasa lebih intim dan autentik. Ada romantisme dalam memindahkan lagu secara manual, menyusun playlist sendiri, dan menekan tombol fisik untuk mengganti trek. Ritual kecil tersebut menciptakan hubungan emosional yang berbeda dengan musik. Alih-alih sekadar streaming tanpa batas, iPod menghadirkan keterbatasan yang justru terasa menyenangkan dan lebih personal.
“Baca Juga : Samsung Galaxy S26 Series Resmi Meluncur, Usung Konsep Agentic AI Phone yang Lebih Otonom“
Nostalgia yang Tidak Selalu Milik Masa Lalu
iPod tak lagi diproduksi, namun daya tariknya tidak sepenuhnya tentang nostalgia pribadi. Banyak Gen Z yang bahkan tidak mengalami langsung era puncak iPod di awal 2000-an. Namun, budaya Y2K yang kembali populer di media sosial turut membentuk ketertarikan mereka. Desain putih minimalis iPod generasi pertama dan tampilan ikonik iPod Nano kini dianggap estetik dan vintage. Di tengah tren fashion retro dan kebangkitan gaya awal milenium, iPod menjadi aksesori sekaligus pernyataan gaya. Ini menunjukkan bahwa nostalgia bisa bersifat kolektif, dibangun dari cerita, visual, dan budaya yang diwariskan melalui internet.
Ketika Teknologi Lama Menjadi Simbol Perlawanan
iPod tak lagi diproduksi, tetapi kebangkitannya menyiratkan pesan yang lebih luas tentang hubungan manusia dan teknologi. Di era ketika algoritma menentukan apa yang kita dengarkan, iPod memberi kembali kendali penuh kepada pengguna. Tidak ada rekomendasi otomatis, tidak ada autoplay, dan tidak ada distraksi. Pilihan lagu sepenuhnya berasal dari keputusan pribadi. Dalam konteks ini, iPod menjadi simbol perlawanan kecil terhadap ekosistem digital yang serba cepat dan adiktif. Gen Z tampaknya tidak sekadar membeli perangkat lama, melainkan membeli pengalaman yang lebih sadar dan terkurasi. Dan mungkin, di situlah letak makna sesungguhnya dari kebangkitan iPod.